Halo Smart People! Tahu nggak sih? Reksadana tuh jadi pilihan banyak orang untuk mempersiapkan rencana slow living di masa depan lho. Apalagi, jika kalian berencana untuk menghabiskan masa-masa tersebut di luar negeri.
Kalau kalian minta pendapatku, maka aku akan katakan New Zealand sangat cocok untuk rencana kalian.
Iya. New Zealand bisa jadi pilihan saat kalian memang ingin menikmati hari-hari slow living dengan suasana baru. Biar kalian semakin yakin, aku ajak kalian buat cari tahu apa yang membuat negara ini layak jadi pilihan untuk slow living.
Kenapa Slow Living di Selandia Baru?
Ada banyak sekali tempat atau negara yang sebenarnya bisa jadi destinasi untuk slow living. Namun, Selandia Baru menjadi sebuah opsi yang tepat karena beberapa alasan.
Negara ini punya keterkaitan yang sangat erat dengan alam. Kondisi alam di sana sangat asri, indah, dan tentunya mendukung gaya hidup slow kalian dengan baik.
Selain itu work-life balance di Selandia Baru sangatlah baik. Masyarakat di sana mengedepankan keseimbangan antara bekerja dan menikmati hidup. Jadi, ini akan menjadi lingkungan yang cocok untuk slow living.
Apalagi, gaya hidup sebagian besar masyarakat di Selandia Baru memang cenderung santai. Jadi, tempat ini sangat cocok untuk slow living dengan lingkungan yang memang mendukung.
Alasan lainnya adalah stabilitas dan kualitas hidup yang ada di negara ini.
New Zealand merupakan salah satu negara dengan kualitas hidup yang sangat baik dan stabil sehingga cocok untuk kalian jadikan destinasi untuk slow living.
Persiapan Slow Living di Selandia Baru
Negara ini memang menjadi tempat sempurna untuk menikmati slow living. Namun, kalian tetap harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.
Ini merupakan sebuah keputusan besar dan pastinya akan membutuhkan persiapan yang matang. Apalagi, jika sebelumnya kalian nggak ada pengalaman tinggal di negara asing.
Berikut adalah beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan jika kalian yakin untuk menikmati slow living di Selandia Baru:
1. Tentukan Sumber Dana untuk Biaya Hidup
Pertama tentukan dulu sumber dana yang akan kalian gunakan sebagai biaya hidup di New Zealand.
Perlu diketahui bahwa kalian sebaiknya mempersiapkan banyak uang agar bisa menikmati waktu slow living dengan nyaman.
Jika memang ingin tinggal di New Zealand, maka cari tahu dulu berapa banyak biaya hidup sehari-hari yang kalian butuhkan. Kemudian, tentukan sumber dana yang bisa kalian pakai.
Persiapan dana sebaiknya kalian lakukan jauh-jauh hari. Biar nggak pusing lagi saat sudah tinggal di sana.
Jadi, segera kuatkan keyakinan jika memang ingin slow living di New Zealand. Dengan begitu, kalian bisa segera memperhitungkan kebutuhan dana dan mempersiapkannya.
2. Pilih Lokasi Tinggal yang Nyaman

Tentunya penting sekali untuk memilih lokasi tinggal yang nyaman jika ingin pindah dan slow living di New Zealand.
Dalam hal ini, kalian perlu melakukan riset terlebih dahulu dan mencari tahu lebih jauh.
Cobalah untuk mencari informasi di mana saja area yang bisa kalian tinggali saat ingin menikmati slow living. Cari tahu juga seperti apa kondisi lingkungannya dan budaya yang ada di sana.
Pilihan lokasi untuk slow living ini nggak boleh kalian ambil asal-asalan. Kayak yang penting bisa tinggal di Selandia Baru. Jangan ya, dek ya!
Sebaiknya pikirkan baik-baik apakah tempat tersebut memang nyaman dan cocok dengan kalian atau nggak.
3. Persiapkan Akomodasi dengan Matang
Akomodasi menjadi salah satu poin penting yang harus kalian persiapkan dengan matang jika ingin slow living di luar negeri.
Nggak hanya memilih lokasi tinggal, kalian juga perlu memikirkan di mana akan menetap di sana.
Kalian bisa mencoba mencari rumah sewa yang nyaman dengan harga sesuai. Pastikan fasilitasnya lengkap dan memang mendukung kebutuhan kalian untuk hidup sehari-hari.
Saat ini, pencarian akomodasi bisa lebih mudah kalian lakukan secara online. Ini akan mempermudah kalian untuk mendapatkan tempat tinggal yang nyaman sebelum keberangkatan.
4. Perluas Wawasan Mengenai Selandia Baru
Tentu saja penting sekali untuk memperluas wawasan mengenai Selandia Baru sebelum kalian memutuskan slow living di sana. Ini penting karena nantinya negara tersebut akan menjadi tempat tinggal kalian.
Nggak mungkin kalian tinggal di daerah yang sama sekali nggak kalian pahami. Asli. Nggak akan nyaman tinggal di lokasi antah berantah tuh.
Kalian bisa mencari tahu lebih banyak mengenai Selandia Baru agar semakin siap untuk tinggal di sana. Cari tahu juga gimana budaya dan kebiasaan masyarakat di sana agar kalian lebih mudah beradaptasi.
Di zaman sekarang ini pencarian informasi semakin mudah dilakukan. Kalian bahkan bisa menjelajahi lebih jauh tentang budaya dan kehidupan di sebuah negara secara online.
Persiapkan Dana Slow Living di New Zealand dengan Investasi Reksadana di DBS Treasures
Segera persiapkan kebutuhan dana untuk slow living di New Zealand mulai dari sekarang. Lakukan investasi Reksadana bersama perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra agar kebutuhan biayanya tercukupi.
Perbankan prioritas DBS Treasures bisa memberi kalian kemudahan dalam menyusun strategi investasi sehingga target finansial lebih mudah terpenuhi. Modal investasi nantinya akan dikelola oleh Manajer yang profesional dan berpengalaman.
Oh iya, kalian juga bisa menikmati beragam kemudahan dalam melakukan investasi Reksadana bersama DBS Treasures.
Intinya, reksadana bersama DBS Treasures, kalian akan lebih mudah mendapatkan wawasan untuk memandu dalam strategi investasi. Selain itu, strategi diversifikasi juga semakin lebih mudah untuk kalian terapkan sehingga meminimalisir risiko investasi.
Bukan hanya itu, Smart People juga dapat mengakses Aplikasi DBS digibank yang hadir dengan berbagai fitur untuk memudahkan kalian dalam berinvestasi.
Aplikasinya sangat membantu kalian buat registrasi SID (Single Investor Identification) dan melakukan transaksi jual beli serta switch.
Kalian juga akan didukung sama analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio kalian, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).
Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect) sehingga kalian bisa cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Gunakan Reksadana untuk mempersiapkan biaya slow living di New Zealand. Pilihlah perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra sehingga langkah investasi terasa lebih mudah dan tentu saja terjamin aman.






Reksadana memang sangat dielu-elukan nih saat ini
Banyak teman yang berbondong-bondong punya akun Reksadana
Kalau saya sendiri masih mempelajari karena selama ini fokus sama menabung emas
Sepertinya memang penting untuk digunakan slow living di luar negeri ya
Untuk yang introvert kayak aku, Selandia Baru ini termasuk ideal untuk dijadikan lokasi menghabiskan waktu (menuju) masa tua. Pemandangannya indah, relatif aman (terlepas dari kasus penembakan beberapa tahun lalu) dan konsel slow livingnya emang pas diterapkan di sana. Tapi ya bener, harus punya persiapan dana, dan memercayakan investasi reksadana di DBS Treasure ini pilihan yang tepat!
Udh lama aku ga invest di Reksadana, sejak paham saham 🤣. Jadi ngerasa saham lebih menguntungkan.
Tapiiiiiii, utk para pemula yg baru mulai investasi, ya bagusnya Reksadana memang. Krn semuanya dihandle oleh fund manager. Kita ga usah pusing2 ngeliatin harga saham , teknikal dll.
Dbs termasuk oke.. dulu aku sempet ada rekening di sana. Udh tutup sih, soalnya dulu tujuan buka Krn bantuin temen doang 🤣🤣🤣.
NZ ini msh msk bucketlistku mba, tp bukan utk tinggal, buat liburan aja. Ga kuat kalau tinggal, mahaaaaal living costnya 😅😅
Bismillaaah. Aku juga lagi kejar setoran nih. Nabung sebanyak-banyaknya, lalu sebagian diinvestasikan juga ke reksadana. Biar nantinya kalo udah sampai di usia yang diinginkan, bisa #KaburAjaDulu ke negara yang aku mau. Salah satunya ya New Zealand ini hehehehe
lihat foto-foto New Zealand yang tersaji di sini, negeri Kiwi ini memang cocok sekali untuk slow living. Tenang, adem, nyaman. Mau pilih di perkebunan atau dekat laut, oke semua ya, Mbak. Saya membayangkan tinggal di sana berpindah-pindah lokasi saja hehehe. Dan kuncinya persiapan dana jadi nomor satu. Dan semua itu bisa dengan investasi reksadana yang lebih fleksibel.
New Zealand kalau menurut daku itu negara yang santuy dan rekomen buat dikunjungi. Soalnya tempatnya menawarkan keindahan pemandangan yang apik, dan semisal mau stay di sana juga bisa jadi pilihan ya
indahnya slow living di new zeland beberapa influencer pernah spill kalau tempat ini cucok buat slow living.
Harus ada persiapan matang seperti yg teteh sebut diatas salah satu point penting adalah perencanaan keuangan nya , dimulai dari buka reksadana dbs kalau terealisasi mantap kayaknya
Reksadana ini aku masih pake mbak, apalagi inverstor (ciee) amatiran kayak eyke ini. Dan menariknya reksadana meski nggak semasif Saham dan Bitcoin, tapi untuk jangka pendek bisa lumayan banget.
Ibaratnya kita nabung tapi dapet uang. Hehehe..
Cuma ya kudu ati² juga, karena pas awal² tuh kudu ngelihat mana yang tingkat fluktuasinya tuh nggak agresif. Meski stabil, ya biar naruh uang di reksadana tetep maksimal di bunga majemuknya. ❤️🥳
Aku jadi inget kawanku punya wishlist ingin hidup di Zew Zealand.
Dan tercapai, kata dia aku wajib kesana karena tempatnya senyaman itu.
Setuju untuk masa depan, investasi di reksadana, intrumen cukup aman dan bisa di andalkan.
Mau banget dong slow living di New Zealand. Alamnya indah. Tapi ya biaya hidupnya mahal sih. Jadi kayanya kurang realistis bagiku hehhehe…
Kalau soal reksadana, baru 2 tahun ini aku invest di sana. Uang anak-anak aku masukin reksadana. Masih sambil belajar juga sih. Tapi lebih mudah daripada saham.
Algoritma sepertinya memahami isi kepala saya. Beberapa waktu lalu sedang berpikir dan berencana, apa bisa ya usia 45 tahunan slow living dan pas banget lagi, sedang jatuh cinta sama New Zealand.
Kabar baik banget, memang Reksadana lagi hype sekali dan wow rupanya Treasure DBS bisa diandalkan buat wujudkan impian slow living, untungnya ku baca artikel ini ya.
Reksadana bisa menjadi salah satu alternatif investasi yang aman bagi para pemula dan slow living di Selandia baru beneran menarik ya karena pemandangan yang indah dan juga situasi yang benar-benar tenang. sehingga perlu dipertimbangkan kalau memangnya pensiun di sana
Nggak usah nungguin pensiun, sekarang pun di masa produktif ini, kalau ada kesempatannya aku mau pindah NZ hahaha 😀
Btw soal investasi jujur aku pun lebih suka dengan reksadana karena lumayan bagus returnnya tetapi modalnya nggak terlalu besar gpp.
Ternyatab DBS juga ada ya fitur menyimpan reksadana. Penasaran apa kita wajib jadi nasabah tabungan reguler DBS dulu kalau mau inves Reksadananya?
A friend of mine live in New Zealand (with her new family) dan beliau cerita emang di sana sepi, alias cocok buat slow living. Tapi emang kudu sangu banyak uang dulu.
Jangan lupa juga persiapkan visa NZ yang legal…
kalau baca tulisan dan pengalaman orang yang ke new zealand itu memang berasa banget slow livingnya, ya. apalagi penduduknya kan sedikit dengan wilayah seluas itu. Dan pastinya juga alamnya indah banget. kalau soal reksadana aku juga mulai investasi di reksadana sejak beberapa tahun terakhir semoga aja nanti uangnya bisa buat anak sekolah dan naik haji
Baca ini jadi mikir panjang ke depan deh. Tentang ide buat pake reksadana sebagai salah satu sumber dana investasi jangka panjang itu juga masuk akal banget buat kita yang pengen punya dana yang bekerja buat hidup kita tanpa harus kita pantau terus-menerus setiap hari. Dan New Zealand, tampak menggiurkan untuk slow living di masa tua.
Ah iya, Reksadana ini salah satu instrumen investasi yang menguntungkan ya
Selain buat dana pendidikan, bisa juga untuk travelling seperti ini
Aku juga memilih reksadana untuk salah satu bentuk investasi, karena memang menguntungkan menurutku yang pemula di bidang investasi, ga perlu modal besar sekaligus ga harus mantengin terus nilai investasi. Lebih fleksible sih. Mitranya pun banyak, salah satunya ya DBS Treasure ini
New Zealand tuh juga cocok buatku yang cenderung anak gunung daripada anak pantai, suka yang adem-adem daripada yang panas-panas. Terus, kota-kotanya tuh tenang tapi tetep maju. Aku mungkin akan pilih Auckland atau Christchurch, mbak.
Andai perkeretaapian di sana maju kayak Jepang atau Cina gitu ya.