Jarang Dibahas, Inilah Peluang Usaha yang Bisa Berkembang di Daerah Pesisir

Ngomongin soal ide usaha di daerah pesisir, mungkin banyak dari Smart People yang langsung connect sama wisata. Soalnya ‘kan pantai bisa jadi lokasi yang menarik untuk melepas segala penat.

Permasalahannya, nggak semua pantai memenuhi kriteria menarik yang dimaksud. Apakah dengan begitu, daerah pesisir yang bukan tempat wisata nggak punya peluang bisnis sama sekali?

Eits, tunggu dulu!

Kenyataannya, daerah pesisir yang bukan tempat wisata juga punya potensi ekonomi yang besar kok. Nggak percaya? Yuk kita bahas!

Mengapa Daerah Pesisir Memiliki Potensi Usaha yang Besar?

Aku kebetulan tinggal di daerah pesisir. Kalau melihat di sekitar daerahku, komposisi pekerjaan warganya tuh beragam.

Ada yang kerjanya sebagai nelayan. Tuh kayak bapakku. Yang punya tambak udang juga banyak. Terus, masih ada para pedagang yang menjual hasil tangkapan nelayan.

Dari sinilah, aku paham bahwa daerah pesisir sebenarnya punya potensi ekonomi yang cukup besar. Meskipun, potensi ini sering kalah populer sama sektor pariwisata.

Lagian ya, nggak semua daerah pesisir berkembang karena wisatanya kok. Banyak juga yang mampu bertahan karena dukungan aktivitas perikanan, pertambakan, perdagangan, sampai usaha berbasis pengolahan hasil laut.

Menurutku, paling nggak ada tiga alasan yang bikin daerah pesisir memiliki potensi usaha yang besar, yaitu:

  • Sumber daya alamnya yang melimpah, kayak hasil laut, tambak, dan berbagai produk turunannya yang punya nilai jual tinggi.
  • Kebutuhan masyarakat yang terus berulang yang bikin permintaan pasar selalu ada. Sehingga, peluang usaha cenderung lebih stabil.
  • Persaingan usahanya masih relatif rendah karena belum banyak pelaku usaha yang mengembangkan bisnis dan masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Tentu saja, kalau Smart People punya alasan lain boleh lho share di kolom komentar. Atau, semisal kalian cari informasi lain terkait finance, ada satu blog yang juga punya kategori itu yaitu blog RianaDewie.com.

Ide Usaha di Daerah Pesisir yang Bukan Wisata

Aku selalu percaya bahwa peluang usaha terbaik nggak selalu berasal dari ide yang rumit. Kadang, peluang itu justru muncul dari aktivitas yang setiap hari kita lihat.

Baca juga:  10+ Jenis Bisnis yang Menjanjikan di Tahun 2023

Contoh, sebagai orang yang tinggal di daerah pesisir, aku melihat sendiri gimana nelayan, petambak, dan pedagang saling mendukung dalam menggerakkan perekonomian di desa.

Dari situlah, aku menyadari bahwa ada banyak peluang usaha yang sebenarnya bisa dikembangkan, tapi masih jarang dilirik, yaitu:

1. Produksi Es untuk Mendukung Aktivitas Nelayan

Ya elah. Es doang. Segimana sih potensi usahanya?

Smart People jangan menyepelekan es yang harganya mungkin terkesan murah! Emang murah sih.

Kalian harus tahu bahwa kebutuhan es di pesisir pantai selalu ada. Dengan kata lain, permintaannya cenderung stabil.

Nelayan akan selalu butuh es untuk menjaga kualitas hasil tangkapannya sebelum sampai ke tempat pelelangan ikan.

Pedagang ikan, kayak ibuku, juga butuh es saat ikan dagangannya ternyata belum habis terjual.

Belum lagi kalau sudah membahas kebutuhan es bagi distributor hasil laut.

Yakin kalian masih menganggap produksi es sebagai sesuatu yang sepele di pesisir pantai?

2. Pengolahan Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai Tambah

produk pengolahan hasil laut

Di daerah tempat tinggalku, ada dua pengepul hasil laut. Mereka ini membeli semua hasil tangkapan nelayan untuk dijual kembali ke pedagang, pasar, atau perusahaan.

Semua hasil tangkapan nelayan ini, nggak semuanya dijual langsung dalam produk segar. Sebagian besarnya mereka olah menjadi produk turunan, seperti:

  • Ikan asin.
  • Abon ikan.
  • Kerupuk ikan.
  • Petis.
  • Terasi.
  • Dan lain-lain.

Kalau ibuku, biasanya ikan yang nggak habis terjual akan dijemur untuk jadi ikan asin. Selain itu, ikan segar yang murah-murah dibuat petis atau kelang. Enak deh.

Pengolahan hasil laut ini punya dua keuntungan, di antaranya:

  • Masa simpannya lebih lama.
  • Nilai jualnya lebih tinggi.

3. Toko Perlengkapan Nelayan dan Tambak

Nelayan menangkap ikan tentu pakai segala macam perlengkapan, seperti jaring, cooler box dan lain-lain.

Belum lagi, mereka juga butuh kapal untuk transportasinya. Di mana, kapal-kapal itu juga punya kebutuhan sendiri, misalnya bahan bakar minyak (BBM), baling-baling, dan masih banyak yang lainnya.

Juga petambak. Mereka pasti butuh banyak peralatan tambak yang asing buatku, kayak pakan, jaring, pompa air, kincir tambak, hingga alat pengukur kualitas air yang hampir selalu dicari oleh para petambak.

Menurut Smart People, kenapa aku merekomendasikan ide bisnis toko perlengkapan nelayan dan tambak?

Aku punya dua alasan sebagai pertimbangan buat kalian, misalnya:

  • Nelayan dan pemilik tambak membutuhkan semua perlengkapan tersebut.
  • Saking butuhnya, sangat mungkin pelanggan melakukan pembelian berulang.
Baca juga:  Istilah dalam Affiliate Marketing yang Bikin Aku Nggak Bingung Saat Dapat Komisi

4. Gudang Penyimpanan Hasil Laut dan Sarana Produksi

Kalian pikir cuma produk hasil laut dan tambak doang yang laku? Nggak dong. Kalian bisa buka usaha yang menawarkan jasa atau layanan.

Nelayan tuh biasanya membawa cooler box yang terbuat dari styrofoam pas melaut. Mereka memilihnya karena harganya yang murah.

Beberapa ada yang butuh storage box lebih besar. Hanya saja, harganya cenderung lebih mahal. Banyak nelayan yang belum bisa membeli.

Di sinilah peluangnya. Kalian bisa membuka jasa penyimpanan hasil tangkapan.

Aku lihat belum banyak yang membuka usaha ini. Bukankah ini bisa bikin usaha kalian jadi pusat distribusi atau penyimpanan hasil laut? Welcome, cuan yang melimpah!

5. Agen Pemasaran Hasil Laut Berbasis Digital

Weits, jangan salah! Hasil laut juga bisa kok dipasarkan secara digital.

Ibuku nih yang gokil. Biasanya ‘kan, ibuku kalau cari dagangan ikan langsung ke pelelangan. Beli ke pengepul ikan. Terus, jualnya di pasar.

Pernah dulu, ada teman ibuku yang posting ikan dagangan ibuku ke akun sosial medianya.

Guest what! Ternyata banyak juga teman-temannya yang beli. Ya wes, teman ibuku deh yang COD ke mereka.

Dari sinilah, aku berpikir kalau hasil tangkapan nelayan berikut produk turunannya juga bisa dipasarkan secara digital.

Dengan begitu, jangkauan pasarnya lebih luas. Nggak hanya di pasar desa, tempat ibuku jualan.

Selain itu, kalau pemasarannya full secara digital, nggak butuh modal yang gedhe. Nggak harus bikin produk sendiri pula.

6. Komoditas Tambak Bernilai Tinggi

Sudah bilang ‘kan di awal tadi. Kalau di sekitar tempat tinggalku juga ada yang punya tambak udang. Para juragan tambak udang nih rata-rata tajir lho.

Ya, gimana. Udang termasuk lauk yang cukup mewah. Banyak yang doyan, termasuk aku.

Anggapannya, panen udang seberapa banyak pun pasti habis terjual. Asal nggak gagal panen mah pasti gacor keuntungannya.

Hanya saja, ada beberapa faktor yang perlu kita pertimbangkan untuk menekuni usaha tambak udang ini, antara lain:

  • Ketersediaan lahan. Kalau nggak punya lahan sendiri kudu sewa.
  • Permintaan pasar. Meski banyak permintaan, tetap saja harus punya channel ke pengepul udang.
  • Modal awal. Setauku, modalnya nggak kecil ya, Smart People. Malah cukup besar karena harus sewa lahan, beli pompa, dan lain-lain.

7. Usaha Rumahan Berbasis Produk Lokal

usaha rumahan berbasis hasil laut

Peluang usaha di pesisir pantai yang bukan daerah wisata berikutnya adalah usaha rumahan berbasis produk lokal.

Baca juga:  Mengumpulkan Cuan dari Rumah dengan Affiliate Marketing

Bahan dasarnya jelas. Hasil laut dan tambak. Tinggal kita-nya mencari produk yang kemungkinan laku untuk dijual dari bahan dasar tersebut.

Contoh, di dekat rumahku deh. Nelayan biasanya dapatnya, ikan teri nasi. Maka, ini kalau keringnya bisa jadi sambal teri nasi. 

‘Kan banyak tuh orang yang nggak bisa makan kalau nggak ada sambalnya. Dan, nggak semua orang mau bikin sambal sendiri. Banyak juga kok yang nggak punya waktu atau sekedar malas.

Apakah cuma persambalan saja ide usahanya? Nggak juga. Masih ada beberapa ide usaha yang lain, misalnya:

  • Sambal hasil laut.
  • Keripik.
  • Makanan khas pesisir.
  • Camilan berbahan dasar ikan.

Membuat usaha rumahan berbasis produk lokal begini, selain keuntungan, kalian juga punya peluang untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Kalian bisa melibatkan kelompok perempuan. Dengan begitu, kalian sangat mungkin untuk menciptakan lapangan kerja di tingkat desa.

Selain itu, usaha rumahan begini bisa jadi daya tarik untuk turis. Mungkin kedepannya nanti, usaha kalian malah jadi ikon pariwisata mengundang semakin banyak usaha travel di sana. Meski nggak se-hype travel di Jogja, menurutku tetap akan berkesan.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mulai Bisnis di Daerah Pesisir

Memangnya memulai bisnis di daerah pesisir semudah itu?

Nggak juga. Mau dimanapun kalian memulai bisnis tentu ada saja tantangannya, termasuk di pesisir pantai yang bukan area wisata.

Tapi, aku bisa kasih beberapa pertimbangan sebelum benar-benar memulai bisnis di pesisir pantai, sebagai berikut:

  1. Memetakan potensi daerahnya dulu, kayak berapa jumlah nelayan, tambak, dan ketersediaan bahan baku.
  2. Hitung kebutuhan modalnya.
  3. Pahami pola ekonomi masyarakat daerah setempat yang meliputi musim tangkap, siklus panen tambak, dan daya beli masyarakat.

Dari semua pertimbangan tersebut, kalian bisa memutuskan apakah melanjutkan rencana bisnisnya atau mengubah produknya?

Cek Potensi Dulu Sebelum Jalankan Peluang Usaha Di Pesisir Pantai ya!

Pantai mungkin bisa jadi tempat healing yang menenangkan. Sayangnya, nggak semua pantai bisa menjadi tempat wisata yang menarik.

Meski begitu, daerah pesisir yang bukan kawasan wisata tetap punya peluang ekonomi yang besar kok. Kalian selalu bisa memanfaatkan hasil laut, tambak, dan produk turunannya.

Hanya saja, jangan asal memilih ide usaha ya! Penting banget memilih bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Biar usaha kalian tetap stabil dan nggak merugi.

Bagi Smart People yang tertarik dan sedang mencari peluang usaha di pesisir pantai yang bukan kawasan wisata, mending cek deh potensi yang ada di sekitar sebelum memulainya.

Sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya ya, Smart People! Kunjungi terus website Smart Bisnis untuk informasi yang lain! Atau kalian pingin aku menulis artikel tentang apa lagi nih?

Tinggalkan komentar