Coba deh Smart People inget-inget lagi, kapan terakhir kali kamu “lapar mata” pas lihat promo di e-commerce?
Atau mungkin malah baru aja minggu lalu nongkrong di kafe estetik yang harganya sebenernya bikin mikir dua kali, tapi karena temen ngajak plus bisa upload foto buat feed Instagram, ya udah, gas aja!
Nah, kalau kamu ngerasa relate, selamat! Kamu adalah bagian dari potret konsumsi milenial yang sering dicap “generasi paling konsumtif”.
Tapi, jangan buru-buru nge-judge dulu. Karena di balik kebiasaan konsumtif ini, ada peluang bisnis gede banget yang bisa bikin cuan kalau kita jeli.
Kenapa Milenial Kelihatan Konsumtif?
Sebenarnya, konsumtif itu bukan cuma soal “boros” atau “nggak bisa nabung”. Lebih dari itu, gaya hidup milenial tuh kebentuk sama banyak faktor, antara lain:
1. Hidup Serba Instan
Nah, btw nih ya, digitalisasi emang membuka lebar banget akses buat belanja, makan, atau mau healing. Ibaratnya nih tinggal swipe, klik, bayar, beres!
Ingat nggak sih, digital natives alias milenial dan Gen Z ini diprediksi bakal nyumbang setengah konsumsi Indonesia di tahun 2030 karena gampangnya akses lewat smartphone dan super-apps kayak aplikasi-aplikasi ojek online yang juga menawarkan jasa pesan antar makanan?
Apalagi e-commerce lagi naik daun banget dengan growth sekitar 25% per tahun sejak 2020–2025. Dan ini bukan sekadar event flash sale doang ya. Soalnya, milenial udah belanja setiap minggu (46% jawabannya), bukan cuma waktu promo gedean.
Belum lagi, buat bayarnya makin kece nih, 64% milenial pernah gunakan metode pembayaran ‘bayar nanti’, meski rata-rata cuma buat di bawah 25% pengeluaran bulanan menurut report tahun 2024.
Kalau kamu merasa setahun ini belanja makin sering, iya bener, belanja online sekarang bukan cuma soal diskon, tapi kebutuhan harian. Promo gede kaya 11.11 bisa bikin penjualan naik sampe 26 kali lipat!
2. FOMO (Fear of Missing Out)

Scroll Instagram atau TikTok sebentar aja bisa bikin kepengen. Ada kafe baru, skincare viral, konser artis luar, kalau nggak ikutan, rasanya ketinggalan tren.
Tahu nggak? Ternyata bukan cuma “ngopi karena penasaran”, tapi FOMO beneran memengaruhi kebiasaan kita sehari-hari.
Gak cuma itu, fakta lainnya juga bikin mikir nih, 89% orang Indonesia itu beli barang gara-gara liat di medsos, dan 61% milenial merasa terinspirasi beli karena influencer. FOMO mereka bahkan bisa mencapai 68% lho!
Tumpuk semua itu, dan kita ngerti sekarang. Bukan cuma FOMO yang bikin kita belanja, tapi perbandingan sosial. Konten influencer yang bagus, dan sistem rekomendasi medsos yang kelewat pintar yang bikin kita kayak “harus punya juga” untuk dianggap gaul.
3. Prioritas Pengalaman daripada Aset
Generasi orang tua dulu lebih fokus ke rumah, tanah, atau emas. Kalau milenial beda lagi. Mereka lebih pilih traveling, kuliner, atau nonton konser. Buat mereka, pengalaman tuh sama dengan investasi memori.
Di Asia Pasifik, aku barusan baca sebuah informasi dari sebuah website yang bilang kalau ada fakta menarik nih. Katanya, buat milenial dan Gen Z, traveling bareng orang terdekat udah jadi semacam “bahasa cinta” baru, bukan sekadar liburan, tapi bonding.
Kalau di Indonesia sendiri? Healing tuh udah jadi keyword utama. Survei lokal bilang, 84% milenial menganggap trip itu cara reset mental, dan kuliner itu bagian wajib.
Bahkan 78% punya budget khusus buat makan lokal, dan 90% berasa makanan itu bagian terbanyak yang mereka inget dari perjalanan.
4. Tekanan Sosial Media
Di era digital, citra diri memang banyak dibangun dari apa yang terlihat di feed media sosial. Nggak heran, banyak anak milenial rela keluar uang buat tampil estetik, mulai dari outfit, aksesoris, sampai tempat nongkrong yang instagrammable.
Fenomena ini dikenal juga sebagai “consumption for self-branding”, alias belanja bukan cuma soal kebutuhan, tapi juga soal identitas yang ingin ditampilkan ke publik.
Data dari Indonesia Millennial Report 2024 menyebut, 72% milenial mengaku memilih produk atau layanan yang bisa mendukung citra mereka di media sosial.
Makanya nggak heran kalau coffee shop dengan interior kekinian, brand fashion lokal dengan desain estetik, atau bahkan paket travel “Instagrammable spot” jadi laris manis. Kayak kacang goreng.
Potret Konsumsi Milenial yang Lagi Hits
Kalau di-zoom in, ada beberapa bidang yang jelas banget jadi favorit milenial, sekaligus ladang bisnis yang subur. Apaan tuh?
Ngopi & Kuliner Kekinian
Buat milenial, ngopi itu bukan cuma soal kafein. Ini lifestyle. Nongkrong di kafe estetik sambil kerja remote, nyobain minuman seasonal, atau sekadar foto buat story. Semuanya jadi bagian dari identitas.
Smart People bisa ambil peluang bisnis milenial dari coffee shop, cloud kitchen, F&B packaging yang instagramable.
Travel & Healing

“Capek kerja, butuh healing.” Kalimat ini kayak mantra buat milenial. Mereka akan nggak segan untuk mengeluarkan uang, mulai dari staycation di vila, road trip singkat, sampai hunting tiket murah buat liburan panjang.
Nah peluang bisnis yang bisa kamu ambil bisa dari platform booking, homestay unik, travel gear, jasa tour lokal dan lain-lain yang sejenis.
Fashion & Self-Image
OOTD nggak boleh kendor! Milenial gampang tergoda fast fashion, thrift shop, sampai jasa rental outfit buat kondangan atau sekadar konten.
Pada lini ini, kamu bisa ambil peluang bisnis milenial, kayak thrift store, fashion rental, sustainable fashion brand.
Digital Lifestyle
Subscription udah jadi kebutuhan primer, kayak Netflix, Spotify, YouTube Premium, aplikasi belajar, bahkan aplikasi meditasi. Belum lagi belanja online yang kayaknya nggak ada habisnya.
Peluang bisnis yang bisa kamu ambil, seperti platform digital, aplikasi niche, produk kreatif berbasis komunitas.
Kesehatan & Wellness
Self-care bukan cuma skincare, tapi juga olahraga, mindfulness, sampai makanan sehat. Banyak milenial rela keluar uang buat gym membership atau beli produk organik.
Dengan begitu, kamu bisa ambil peluang bisnis, kayak kelas yoga/fitness online, skincare natural, makanan sehat siap saji.
Peluang Bisnis di Balik Konsumsi Milenial
Nah, sekarang kita geser perspektif. Kalau kamu pebisnis atau pengen mulai usaha, pola konsumtif milenial ini bukan sesuatu yang harus dihindari. Malah justru bisa jadi bahan bakar bisnis kamu.
1. Inovasi Produk Sesuai Tren
Tren milenial cepet banget berubah. Hari ini rame soal kopi susu, besok bisa jadi matcha, lusa mungkin es teh artisan. Artinya, pebisnis harus peka sama tren.
2. Bisnis Berbasis Komunitas
Milenial suka banget merasa jadi bagian dari sesuatu (sense of belonging). Beli kopi kadang bukan cuma soal minuman, tapi biar bisa jadi “anak nongkrong di coffee shop hits”.
Pakai sneakers, skincare, atau outfit tertentu juga seringkali biar nyambung sama circle pertemanan. Bahkan ikut kelas online atau gabung komunitas juga jadi cara mereka nunjukkin identitas, “aku bagian dari ini, lho.”
Makanya bisnis yang nyambungin orang lewat hobi atau gaya hidup, kayak coworking space, komunitas lari, atau club buku, punya daya tarik tinggi.
3. Digital & Delivery First

Apa pun bisnisnya, pastikan bisa diakses online. Mau jualan makanan, fashion, atau jasa? Semua harus ada versi digital atau delivery.
4. Sustainability is Sexy
Walau konsumtif, banyak milenial yang mulai peduli sama lingkungan. Bisnis ramah lingkungan, mulai dari fashion daur ulang sampai refill station, pasti bakal punya ruang di hati mereka.
Tips Menangkap Peluang ala Smart Bisnis
Kalau kamu tertarik nyemplung ke pasar milenial, ada beberapa strategi yang bisa dipakai, antara lain:
1. Riset Tren dengan Cermat
Pantau apa yang lagi rame di TikTok atau Instagram. Tapi jangan ikut-ikutan buta! Pastikan ada demand jangka menengah, bukan sekadar tren musiman.
2. Bangun Branding yang Relatable
Milenial nggak suka brand yang kaku. Mereka lebih suka bisnis yang punya personality, yang bisa “ngobrol” sama mereka.
3. Fokus pada Experience
Produk bagus aja nggak cukup. Milenial suka kalau pengalaman belinya juga memorable, entah lewat packaging, pelayanan, atau cerita di balik brand.
4. Digital Marketing yang Personal
Jangan cuma pasang iklan, tapi bikin interaksi. Gunakan storytelling, ajak audience engage, dan kasih value di tiap konten.
Penutup
Generasi milenial memang sering dicap konsumtif. Dari nongkrong di kafe, healing tiap weekend, sampe belanja online tanpa mikir dua kali. Tapi justru di balik kebiasaan itu, ada pasar gede banget yang bisa jadi ladang bisnis.
Kuncinya ada di cara kita melihat masalah keuangan milenial ini. Apakah mau fokus ke “milenial yang boros”, atau melihat “ini peluang emas buat bikin “Smart Bisnis”?
Sekarang coba tanya diri sendiri deh! Dari gaya hidup konsumsi milenial di sekitarmu, peluang bisnis apa yang bisa kamu sulap jadi cuan?






Di tempat saya lagi trend cafe copi
Tumbuh pesat banget
Aku pikir justru gen Z lah yang menurutku terlalu konsumtif. Tapi.. di sisi lain, gen z juga paling kreatif dalam mencari peluang untuk menghasilkan uang dengan cara out of the box. Jadi sisi konsumtif mereka bisa balance dengan penghasilan yang didapat.
sekarang memang kita itu kayak ditekan untuk selalu mengikuti trend ya entah itu dalam hal makanan, pakaian hingga kesehatan. tapi untungnya ini juga diimbangi dengan banyaknya influencer yang juga mengusung trend investasi jadi selain doyan belanja ada yang ngerti investasi juga
Iya bener banget sih kadang bisnis dengan target audiens milenial itu lebih menguntungkan. Apalagi makanan + tempatnya pinterestable banget harus serba aesthetic udah tuh banyak diserbu apalagi terjangkau.